Neraca Air Lahan
Tujuan : (1) Memahami neraca air lahan dan unsur-unsur neraca air lahan, (2) Menduga kebutuhan air irigasi dari neraca air lahan sederhana, (3) Menggunakan neraca air lahan menilai potensi banjir
Pokok Bahasan : Mempelajari neraca air lahan dan manfaatnya untuk menentukan kebutuhan air irigasi dan Menilai potensi terjadinya banjir.
Bahan dan Alat: Kertas koran, lakban, spidol, gelas ukur, keset kaki, seng plat ukuran 30 x 30 cm, gayung dan ember
Waktu : 90 menit
Langkah-langkah:
1. Pemandu menyampaikan tujuan pembahasan materi pada hari itu
2. Pemandu memberi pemahaman tentang keseimbangan antara jumlah air hujan yang jatuh(terukur) dengan jumlah air yang menguap (evapotranspirasi) sekitar 5mm/hari atau 150 mm/bulan, sehingga apabila curah hujan kurang dari 150mm/bulan maka air tanah akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan penguapan tersebut. Tetapi bila curah hujan diatas 150 mm/bulan maka akan terjadi kelebihan dan kelebihan itu harus dibuang kalau kelebihan itu tidak dibuang maka akan terjadi banjir.
3. Pemandu meminta peserta membentuk kelompok kecil (5 – 6 orang) dan setiap kelompok akan melakukan praktek atau simulasi
4. Simulasi I Setiap kelompok mengambil air satu gayung yang volumenya sudah diukur, letakkan keset kaki(dianggap sebagai lahan pertanaman) diatas seng yang sudah dilubangi paku 5 cm dengan jarak antar lubang 1 cm (sebagai lahan kering) yang dibawahnya diletakkan wadah penampung air, tuangkan air yang ada didalam gayung diatas seng ukur air yang menetes lewat keset kaki kewadah penampungan lalu hitung berapa perbedaan antara air yang dituangkan dengan air yang berada dipenampungan.
5. Simulasi II setiap kelompok juga mengambil air satu gayung yang volumenya sudah diukur, letakkan keset kaki(dianggap sebagai lahan pertanaman) diatas seng yang sudah dilubangi paku 5 cm dengan jarak antar lubang 5 cm (sebagai lahan kering) yang dibawahnya diletakkan wadah penampung air, tuangkan air yang ada didalam gayung diatas seng ukur air yang menetes lewat keset kaki kewadah penampungan lalu hitung berapa perbedaan antara air yang dituangkan dengan air yang berada dipenampungan.
6. Simulasi III mengambil air satu gayung yang volumenya sudah diukur, letakkan keset kaki(dianggap sebagai lahan pertanaman) diatas seng yang sudah dilubangi paku 5 cm dengan jarak antar lubang 20 cm (sebagai lahan kering) yang dibawahnya diletakkan wadah penampung air, tuangkan air yang ada didalam gayung diatas seng ukur air yang menetes lewat keset kaki kewadah penampungan lalu hitung berapa perbedaan antara air yang dituangkan dengan air yang berada dipenampungan.
Bahan diskusi.
1. Mengapa jumlah air yang tertampung di wadah lebih sedikit dibanding jumlah air yang di tuang ?. Apakah air hujan yang turun ke bumi juga mengalami pengurangan ?.
2. Mengapa air air yang dituangkan pada seng dengan jarak yang lebih jarang (20 cm) terjadi penggenangan ?.Kalau kondisi itu terjadi di lapangan bagamana mengatasinya ?.
3. Apa akibat yang mungkin timbul dipertanaman apabila dalam satu bulan tidak ada hujan sementara laju evapotranspirasi terus berlangsung? Apa yang mungkin dilakukan sebagai langkah antisifatif?





