Arti Ekonomi Informasi Prakiraan Musim
Tujuan : (1.) Pemahaman pentingnya penggunaan ramalan iklim dalam penyusunan strategi penanaman bagi petani (2.) Kemampuan petani menghitung keuntungan ekonomi suatu pertanaman dan analisa usaha tani.
Bahan dan Alat: Kertas koran, spidol, alat tulis menulis, lakban, kelereng warna putih dan warna hijau masing masing 10 buah
Waktu : 120 menit
Langkah-langkah:
1. Pemandu menyampaikan tujuan pembahasan materi pada hari itu
2. Pemandu meminta peserta membentuk dua kelompok
3. Masing masing peserta melakukan simulasi permainan kelereng yaitu setiap orang diberi kesempatan mengambil satu buah kelereng dalam wadah yang berisi masing masing 10 buah kelereng putih dan hijau
4. Bila pada kesempatan itu yang terambil kelereng putih maka dianggap ramalan itu benar, sedangkan bila yang terambil kelereng hijau maka ramalan itu dianggap salah
5. Membandingkan antara keuntungan/kerugian yang akan diperoleh dari hasil permainan kelereng bila ketepatan ramalan 80%
6. Setelah permainan selesai masing masing kelompok menyampaikan hasil permainannya dan dilakukan dengar pendapat bagaimana pandangan peserta apabila pada musim tanam mendatang diberikan ramalan bahwa akan terjadi kekeringan. Pemandu mencatat hasil diskusi untuk digunakan sebagai bahan masukan dalam kegiatan selanjutanya.
7. Keompok I dianggap petani yang mengikuti ramalan(Responsif) sedangkan kelompok II adalah petani yang tidak mengikuti ramalan (Tidak responsif)
8. Pemandu menyampaikan bentuk keuntungan dan kerugian petani yang mengikuti ramalan dengan menggunakan angka angka (nilai rupiah)
- Petani responsif pada kondisi La Nina akan menanam lebih awal dengan pola tanam Jagung/padi gogo-bengkoang-kacang tanah dan ketiga tanaman berhasil sehingga keuntungan yang didapat adalah Rp.15.000.000,- dan petani yang tidak responsif menanam dengan pola tanam yang sama tetapi waktunya seperti biasa(November) sehingga pertanaman ketiga lebih lambat dan mengalami kegagalan karena kekeringan, sehingga keuntungan yang didapat hanya Rp. 9000.000,-(Kerugian investasi Rp. 2000.000.-dan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan sebesar Rp.2000.000.-). Bagi petani responsif apabila ramalan benar maka pendapatannya adalah Rp.15.000.000.- namun bila ramalan salah maka pendapatannya hanya Rp.9000.000.- sebaliknya bagi petani yang tidak responsif apabila ramalan salah ketiga tanaman berhasil dan mendapatkan RP.15.000.000.-. tetapi apabila ramalan benar maka tanaman ketiga gagal dan pendapatannya hanya Rp.9000.000.-
- Petani responsif pada El Nino akan menanam lebih lambatdengan pola tanam jagung/padi gogo-bengkoang-bera dengan keuntungan Rp.13.000.000.-(keuntungan dari jagung /padi gogo Rp.3000.000.- + keuntungan dari bengkoang Rp.10.000.000.-) sedangkan petani yang tidak responsif menanam dengan pola tanam yang sama tetapi dengan waktu seperti biasa sehingga pertanaman pertama gagal karena False rain dan melakukan penanaman kembali sehingga keuntungan yang di dapat adalah Rp.11.000.000.-( keuntungan investasi pertanaman pertama Rp.2000.000.-+keuntungan pertanaman kedua Rp.3.000.000.-+ keuntungan tanaman bengkoang Rp.10.000.000.-
- Petani responsif pada kondisi normal hanya menanam dua kali dengan pola tanam jagung /padi gogo-bengkoang-bera karena resiko kegagalan pertanaman ketiga tinggi sehingga keuntungan yang didapat adalah Rp.13.000.000.-(keuntungan jagung/padi gogo Rp.3000.000.-+ keuntungan bengkoang Rp.10.000.000.-) sedangkan petani yang tidak responsif melakukan tiga kali tanam, dan pertanaman ketiga gagal sehingga keuntungan yang didapat hanya Rp.9.000.000.-(keuntungan jagung/padi gogo Rp.3.000.000.-+ keuntungan bengkoang Rp.10.000.000.- dikurangi kerugian investasi kacang tanah Rp.2.000.000.- dan kerugian opportunity untuk mendapatkan keuntungan kacang tanah sebesar Rp.2000.000.-)
Pertanyaan-pertanyaan Penting (Diskusi dan Pertanyaan):
Bila petani memutuskan untuk melakukan pertanaman dengan tidak berdasarkan pertimbangan ramalan yang akurat maka kemungkinan kegagalannya sangat tinggi, bagaimana memberi pemahaman agar keputusan tindakan yang dilakukan tidak sekedar ikut ikutan ?





