Cari ..
Berita STPP Gowa
Komentar Terakhir

Kegiatan Mobilisasi dan Pengawalan P2BN Di Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidrap

Kementerian pertanian pada tahun 2011, telah mencanangkan bahwa produksi beras dalam negeri harus mampu menyediakan surplus beras nasional 10 juta ton beras dalam kurun waktu 2011 – 2015, termasuk cadangan beras pemerintah yang kuat minimal 2,5 juta ton. Sebagaimana tujuan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), telah ditetapkan bahwa target produksi beras sebesar 70,60 juta ton gabah kering giling (GKG) atau terjadi peningkatan sebesar 7 persen. Dan untuk mencapai target produksi beras tersebut, Kementerian Pertanian telah memprioritaskan pengawalan peningkatan produksi di 11 provinsi, dan salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagaimana tugas yang dibebankan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, STPP Gowa ditunjuk sebagai Pelaksana Mobilisasi Sivitas Akademika dalam rangka Pelaksanaan P2BN Wilayah Koordinasi Sulawesi Selatan dan Maluku Utara, sesuai Surat Keputusan Ketua STPP Gowa Nomor: 959/Kpts/OT.160/ J.4.8/10/ 2010 tanggal 6 Oktober 2011.

Salah satu titik pelaksanaan kegiatan P2BN di Provinsi Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan lokus kegiatan berlangsung di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Wattang Sidenreng, Kecamatan Maritengngae, dan Kecamatan Baranti.

Berikut ini, laporan hasil pelaksanaan yang dilakukan oleh Tim Mobilisasi di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Wattang Sidenreng.

A. Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI)

Kegiatan SLI dilakukan setelah sebelumnya dilaksanakan kontrak belajar bersama anggota Kelompok Tani Latappareng. Dalam pelaksanaan kegiatan belajarnya dilakukan pada malam hari, karena pada siang hari petani masing-masing sibuk di lahan persawahannya; ada yang sedang menghambur benih, mengolah lahan, bahkan ada yang sudah melakukan penanaman. Penentuan jadwal tanam padi di Kelurahan Kanyuara dilakukan sesuai dengan hasil kesepakatan dalam kegiatan Tudang Sipulung.

Saat ini kegiatan SLI sudah memasuki Minggu ke-4, dan kegiatan yang dilakukan minggu lalu menyampaikan materi tentang Cara Mengukur Curah Hujan. Dalam kegiatan tersebut, seluruh anggota kelompok mahasiswa sangat berperan aktif menyajikan materi SLI tersebut, dan para peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan. Sebagaimana yang terlihat pada gambar di bawah ini.

clip_image003

Gambar 1. Pengenalan alat peraga pengukuran curah hujan

Selanjutnya, disampaikan pula materi SLI yang behubungan dengan cara pengukuran kelembaban (RH) dengan menggunakan termometer bola basah dan termometer bola kering. Peragaan cara membaca angka pada termometer ditunjukkan oleh Sdr. Benjamin Maarende.

clip_image005clip_image007

Gambar 2. Pengenalan alat pengukuran kelembaban (cara membaca termometer bola basah dan termometer bola kering)

Untuk mengetahui respons peserta SLI, mereka diberi tugas yang akan dipresrentasikan sebelum disampaikan materi selanjutnya. Berikut ini, salah seorang anggota dari Kelompok Tani Latappareng mempresentasikan tugasnya.

clip_image010

Gambar 3. Salah seorang peserta SLI mempresentasikan tugasnya

B. Kegiatan Demplot SLI

Kegiatan Minggu ke-3 adalah membuat demplot pada lahan seluas 10 are. Bibit padi yang ditanam adalah varitas Inpari 7, umur benih 21 hari setelah hambur. Kegiatan penanaman dilakukan pada lahan persawahan milik Bapak H. Umar.

Berikut ini, kegiatan penanaman padi yang dilakukan pada lokasi demplot, sebagaimana pada gambar di bawah ini.

clip_image014

Gambar 4. Penanaman padi Varitas Inpari 7 di lokasi demplot menggunakan sistem penanaman Leg owo 2 : 1

Share

Leave a Reply

Kegiatan Berikutnya

There are no upcoming events.

View Calendar »
Tinggalkan Pesan Anda!
Your Shout